Minggu, 19 Januari 2014

Akhir Pekan Ini, Jakarta Masih Akan Diguyur Hujan

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, pada akhir pekan ketiga Januari 2014 wilayah Ibu Kota dan sekitarnya masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Sebelumnya BMKG juga memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari mendatang. 
 
Kepala Sub-Bagian Meteorologi BMKG Haritirto mengatakan, untuk hari ini suplai pertumbuhan awan hujan yang terpapar untuk wilayah Jawa secara umum terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek sehingga membentuk awan yang mengakibatkan pertumbuhan hujan.
 
"Istilahnya awan berbondong-bondong masuk ke wilayah itu dan kemungkinan masuknya pada malam hari ini. Jadi untuk siang hingga sore ini masih berawan dan kemungkinan pada malam hari baru akan turun hujan," ujar Haritirto seperti dikutipberitajakarta.com, Jumat (17/1/2014).
 
Haritirto mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi akan terus terjadi di Jabodetabek bagian utara, barat, dan selatan. "Artinya, bukan hanya terjadi pada wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, atau Jakarta Selatan, tetapi lebih kepada Jabodetabek secara luas di bagian sebelah utara, sebelah selatan, dan sebelah baratnya," katanya.
 
Secara umum, sambung Haritirto, untuk wilayah DKI Jakarta pada akhir pekan ini akan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. "Untuk besaran milimeternya belum bisa kami prediksi secara pasti. Namun, mungkin dengan bahasa awamnya cukup bisa dipastikan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Untuk satu minggu ke depan masih diperkirakan umum saja, belum detail," ungkapnya.
 
Ditambahkan Haritirto, hujan yang terjadi juga akan disertai dengan kilat dan petir. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi. "Kalau untuk angin mungkin tidak akan terlalu kencang, hanya akan terjadi pada sebelum hujan turun dengan waktu dan kecepatan yang masih normal saja. Tetapi, kalau kilat dan petir akan lebih sering terjadi selama hujan turun," tandasnya.

30.784 Warga Jakarta Mengungsi dari Banjir

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir terus menggenangi beberapa wilayah di Jakarta, khususnya pemukiman di bantaran sungai dan di bagian utara Jakarta. Data sementara dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta tercatat puluhan ribu warga Jakarta sudah mengungsi dari banjir. 

"30.784 jiwa mengungsi di 140 titik pengungsian," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu sore. 

Sutopo mengatakan, sebanyak 48.263 jiwa atau 10.520 kepala keluarga terdampak langsung dari banjir di Ibu Kota. Daerah yang terendam banjir meliputi 564 RT, 349 RW, pada 74 kelurahan di 30 kecamatan di Jakarta. 

Sejauh ini, lanjut Sutopo, korban meninggal dunia akibat banjir tercatat 7 orang. Di Posko Bidara Cina Jakarta Timur (GOR Otista) sampai hari ini jumlah pengungsi mencapai 477 KK atau 1.934 jiwa dari 2 kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu. Jumlah itu terdiri dari dewasa 1.568 jiwa, balita 258 jiwa, lansia 80 jiwa, dan ibu hamil 28 jiwa. Bantuan masih terus mengalir ke posko GOR Otista. "Kebutuhan mendesak selimut dan tikar," ujar Sutopo.

Sutopo mengatakan, banyak personel yang terlibat dalam penanganan banjir di Posko GOR Otista seperti dari BNPB, TNI, Kementerian PU, Dinas Sosial, Tagana, Resimen Mahasiswa, Pramuka dan relawan. 

Dinsos dibantu relawan Pramuka masih terus mendistribusikan makanan kepada pengungsi. Personel dari Kopassus masih melakukan evakuasi. 

Berikut lokasi sebaran banjir di Jakarta menurut BNPB 

- Jakarta Timur: Tinggi banjir (20 cm - 3 m), pengungsi 4.824 jiwa di 17 titik. Meninggal 3 jiwa 
- Jakarta Selatan: Tinggi banjir (10 cm - 2 m), pengungsi 8.332 jiwa di 30 titik. Korban meninggal 1 jiwa. 
- Jakarta Pusat: Tinggi banjir (5 cm - 1 m), pengungsi 1.505 jiwa di 4 titik. 
Jakarta Barat: Tinggi (10 cm - 1,5 m), pengungsi 8.314 jiwa di 49 titik. Korban meninggal 1 orang. 
- Jakarta Utara: Tinggi banjir (5-120 cm), pengungsi 7.809 jiwa di 40 titik. 

Jokowi "Blusukan", Iriana Bagi-bagi Buku

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Jakarta Joko Widodo beserta sang istri, Iriana, meninjau permukiman di bantaran Kanal Banjir Barat (KBB), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (19/1/2014) siang. Saat Jokowi blusukan, Iriana membagikan alat tulis untuk anak-anak yang tinggal di bantaran itu. 

Pantauan Kompas.com, dengan mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak warna hitam-putih, celana panjang hitam, celana panjang hitam, dan sepatu blusukan-nya, Jokowi datang sekitar pukul 13.40 WIB. 

Lokasi blusukan cukup sulit ditempuh karena harus menyeberang rel kereta dan menaiki tembok satu meter. Pada kesempatan itu, Jokowi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Manggas Rudy Siahaan. 

Iriana yang tidak ikut blusukan membagikan buku kepada anak-anak. "Hayo, sini, sini, tak bagikan buku," ujar Iriana. 

Tidak sampai semenit, antrean anak-anak untuk mendapatkan buku Iriana pun bertambah panjang. Secara tertib, anak-anak dengan beragam kondisi, mulai dari basah kuyup sehabis mandi hujan, kotor penuh lumpur, hingga yang sudah bersih dan rapi, mengantre untuk mendapatkan buku dari Bu Jokowi. 

Iriana sempat berbincang dengan seorang anak yang tampak basah kuyup. "Kamu kenapa basah gini," ujar Iriana.

"Habis hujan-hujanan Bu tadi," jawab sang anak. 

"Awas, jangan sampai sakit ya," lanjut Iriana sambil memberi beberapa buah buku tulis. 

Sementara itu, di tengah-tengah permukiman bantaran kanal, Jokowi disambut meriah oleh warga. Bahkan, ada warga yang terkejut dari tidurnya begitu ia melihat orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut sedang melintas di depannya. 

Persoalan yang terjadi di tempat blusukan tersebut adalah aliran air di KBB yang terlalu tinggi sehingga merendam gubuk-gubuk warga di bantaran. Jokowi membenarkan bahwa kedatangannya merupakan langkah awal sosialisasi relokasi warga ke sejumlah rumah susun sewa yang saat ini terus dibangun.

0 komentar:

Posting Komentar