Minggu, 12 Januari 2014

Cerita Warga Bekasi yang Rumahnya Diserang Kecoa di Kala Banjir

Jakarta - Banjir di Bekasi tidak hanya membuat Rendy Iswara 'libur' kerja, tapi juga membuat hatinya kesal. Sebab, rumahnya tak hanya terendam banjir, tapi juga diserang hama kecoa.

"Dari semalam saya sudah bunuh 100 kecoa yang masuk ke dalam rumah," kata Rendy kepada detikcom, Senin (13/1/2014).

Sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (12/1), air mulai menutupi jalan di rumah Rendy yang terletak di Jalan Patuhara, Kayuringin, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu juga Rendy dan para tetangganya mulai mengungsikan mobil dan motor mereka ke tempat yang lebih tinggi.

"Pukul 22.00 WIB air sudah mulai memasuki pekarangan rumah warga. Ada informasi ini air kiriman dari kali Cikeas," kata pria yang mengaku benci serangga itu.

Saat ini ketinggian air di sekitar rumahnya mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Walau begitu, sebagian warga sekitar Kayuringin masih memilih untuk tidak membersihkan rumah mereka karena khawatir air akan kembali naik.

"Di dalam rumah tinggal 5 cm saja. Mulai surut. Kalau di luar mungkin 30 cm. Banyak banget kecoanya ini," kata pegawai swasta itu.

Tidak hanya kecoa yang muncul ketika banjir terjadi, tikus-tikus kecil pun mudah ditemukan di sudut-sudut pekarangan warga yang mengalami banjir. Selain itu cacing tanah juga mudah ditemukan ketika air memasuki rumah warga.

Kondisi ini membuat warga di lingkungan rumah Rendy rawan terjangkit penyakit leptospirosis. Penyakit ini berasal dari kotoran hewan yang tercampur dengan air banjir.

Banjir Melanda, Warga Dirikan Tenda di Pinggir Tol Cikampek

Jakarta - Banjir melanda perumahan warga di Kampung Beit, yang terletak di pinggir KM 42 Tol Cikampek. Sementara ruas jalan Tol Cikampek dilaporkan aman dari banjir.

"Arus lalu lintas di Tol Cikampek lancar. Tol-nya tidak terkena banjir, hanya warga yang berada di pinggir tol itu kebanjiran," ucap Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Heny Sulistya kepada detikcom, Senin (13/1/2014).

Heny mengatakan banjir yang melanda perumahan penduduk di samping tol membuat warga mengungsi ke pinggir tol.

"Warga mendirikan tenda di pinggir Tol. Tol-nya sendiri tidak terganggu," ucap Heny.

Brimob Polda Metro Jaya sendiri menurunkan 40 personel untuk membantu proses evakuasi korban banjir di Kampung Beit tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar