Jumat, 17 Januari 2014

Hujan Jakarta Telah Capai Puncaknya

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan, hujan yang turun di Ibu Kota telah mencapai puncaknya. Oleh karenanya, beberapa hari ke depan, intensitas debit hujan semakin menurun. 

"Hari ini memang sudah puncaknya hujan," kata Edy kepadaKompas.com, di Jakarta, Jumat (17/1/2014). 

Kendati demikian, ia meminta kepada warga untuk tetap waspada atas segala hal yang mungkin terjadi. Belajar dari pengalaman tahun lalu, misalnya, saat tanggul Latuharhary Kanal Banjir Barat jebol, beberapa jalan protokol Ibu Kota lumpuh. Kawasan Istana Negara pun tak luput dari banjir. 

"Selain berupaya penuh (mengantisipasi segala kemungkinan), kita perlu bantu pakai kekuatan doa. Semoga tidak ada hujan dan tidak ada tanggul yang jebol," kata Edy. 

Hingga pukul 18.00 WIB, status pintu air Depok Siaga II. Itu artinya, delapan kelurahan yang berada di aliran Sungai Ciliwung harus siap menerima kiriman air dari hulu. Delapan kelurahan itu adalah Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. 

Edy menceritakan, siang tadi ia sempat khawatir saat mengetahui ketinggian air di Bendung Katulampa mencapai 180 cm. Ternyata, ketinggian air terus surut. Menurutnya, hal ini karena efek modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Modifikasi cuaca ini mengurangi intensitas curah hujan hingga 30 persen

Piccanto Mogok Saat Nekat Terjang Banjir di Gunung Sahari

Jakarta - Banjir setinggi lutut melanda daerah Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Akibatnya jalur ini tidak bisa dilintasi kendaraan.

Pantauan detikcom, Sabtu (18/1/2014), pukul 02.45 WIB, tepatnya di depan Golden Truly, Jalan Gunung Sahari yang mengarah ke Senen, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Jika ingin tetap melintas, harus melewati jalur bus Transjakarta perlahan-lahan.

Terlihat satu unit mobil Kia Picanto nekat menerobos jalan tersebut, namun berhenti di tengah jalan. Airnya pun masuk ke dalam mobil. Beberapa warga mencoba membantu mendorong mobil itu ke belakang ke dataran yang lebih tinggi.

"Kalau mau nekat ya begini," ujar salah seorang warga.

Air tersebut berasal dari luapan kali di seberangnya yang mengarah ke Ancol.

Namun, setelah melewati Mal Golden Truly beberapa meter, genangan semakin berkurang. Kendaraan pun bisa melintas menuju Senen-Kampung Melayu.

Dini Hari Ini, Banjir di Kampung Pulo Mencapai 3 Meter

akarta - Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur, kembali naik. Dini hari ini, banjir di wilayah langganan 'tenggelam' itu mencapai tiga meter.

"Kedalaman di daerah ujung dekat kali itu sudah 3 meter," kata Ketua RT 10 RW 1 Kampung Pulo, Jaelani, saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/1/2013).

Untungnya bantuan telah banyak datang ke Kampung Pulo. Tenda pengungsian yang tadinya belum tersedia kini telah ada.

"Bantuan yang sudah ada berupa nasi, air minum, mie, minuman hangat, kopi, teh, tenda pengungsian," papar Jaelani.

Saat ini 257 KK korban banjir di Kampung Pulo telah mengungsi. Jaelani khawatir jika hujan tak segera reda air akan kembali naik.

"Kalau 4 jam hujan nggak berhenti, ini akan naik lagi," ujarnya cemas

Genangan 40 Cm Tutup 6 Jalur Perlintasan Kereta Stasiun Tn Abang

Jakarta - Banjir juga melanda wilayah Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akibatnya, jalur perlintasan kereta di stasiun itu tergenang air.

"Banjir 30-40 cm menutup 6 jalur Perlintasan Kereta Stasiun Tanah Abang," tulis TMC Polda Metro Jaya di akun twitternya, Sabtu (18/1/2014).

Sementara di RW 03 dan 04 Petamburan, Jakpus, banjir telah mencapai 1,5 meter. Polisi saat ini berupaya mengevakuasi warga.

Sedangkan di RSAL Jl. Bendungan Hilir, yang juga menjadi langganan banjir, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor karena telah digenangi air setinggi 1 meter

Pintu Air ke Istana Hanya Dibuka Jika Ada Perintah dari Jokowi

Jakarta - Ketinggian air di Pintu Manggarai telah mencapai status Siaga I. Untuk membuka pintu air yang mengarah ke Istana demi mengurangi efek banjir di sekitar Ciliwung, petugas pintu air harus mendapat perintah dari Gubernur DKI Joko Widodo.

"Sekarang sudah dilaporkan ke Dinas PU, nanti tinggal mereka yang menyampaikan ke Jokowi," kata Kepala Pintu Air Manggarai, Parjono, saat dikonfirmasi, Sabtu (18/1/2014).

Keputusan mengenai pembukaan pintu air itu memang ada tangan Gubernur DKI. Jika pintu air itu dibuka, maka bisa mengurangi dampak banjir di sekitar Sungai Ciliwung.

"Sekarang baru dibuka setinggi 50 centimeter," ujarnya.

Hingga dini hari ini ketinggian air di Pintu Manggarai belum juga turun. Bahkan air sempat naik sehingga ketinggian air menjadi 960 cm. Status Siaga I dinyatakan saat air sudah setinggi 950 cm.

Jokowi: Buka Pintu Air Manggarai yang Mengarah ke Istana

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta pintu air yang mengarah ke Istana dibuka. Dia juga meminta seluruh jajaran terkait bencana ini untuk bergerak melakukan evakuasi.

"Tadi saya ngecek ke sana, saya minta itu pintu air dibuka, biar terbelah dan airnya tidak menumpuk di situ," kata Jokowi kepada wartawan di Posko Bencana Banjir Jatinegara di GOR Otista, Jl Otista, Jakarta Timur, Sabtu (18/1/2014).

Jokowi meminta jajarannya untuk mengantisipasi dampak hujan yang turun sehari semalam di Jakarta. "Evakuasi saya minta semua bergerak," ujarnya.

Sedangkan di Posko Bencana Banjir Jatinegara, Jokowi meninjau kelengkapan peralatan. Dia juga mengecek tempat tinggal warga yang mengungsi dan membagi-bagikan buku seperti biasanya.









0 komentar:

Posting Komentar