Minggu, 12 Januari 2014

Ketika Polisi Merekayasa Kasus dan Masyarakat Jadi Korbanya Sosial

Membaca beberapa kasus rekayasa salah tangkap yang dilakukan pihak Kepolisian di detikNews berikut inimembuatku merinding. Bagaimana tidak, seorang Polisi yang seharusnya menangkap orang yang bersalah akan tetapi justru menangkap orang yang tidak bersalah.
Jika kita membaca berita tersebut mungkin kita akan menganggap itu sesuatu hal yang biasa. Tapi cobalah sekarang ini anda berfikir sejenak lalu membayangkan jika anda menjadi salah satu korban dari salah tangkap yang dilakukan Polisi?
Bayangkan betapa kita pastinya sangat marah, bingung, dan perasaan campur aduk lainya. Belum lagi apa yang akan dibayangkan oleh keluarga, anak, istri, orang tua, dan teman kita?
Tentunya jika menurut saya itu teramat sangat menyeramkan dan menakutkan. Saya membayangkan bagaimana beban dari para korban salah tangkap tersebut yang pastinya sangat menakutkan.
Sebuah kondisi yang dia tidak salah tapi ditangkap dan dijadikan tersangka, belum lagi jika mengalami siksaan dan pukulan juga pemerasan dari kepolisian, tentunya itu akan menambah menakutkan.
Melalui tulisan ini saya sangat menyayangkan sikap Polisi yang masih saja ada korban salah tangkap.
Dengan terungkapnya kasus demi kasus salah tangkap yang dilakukan Polisi tersebut, saya (mungkin juga anda) jadi berfikir, “Jangan-jangan korban salah tangkap yang dilakukan oleh Polisi di Indonesia masih banyak yang lainya hanya saja tidak tercium oleh media?
Saya sangat berharap jika memang pihak Kepolisian ingin serius menangani kasus korban salah tangkap ini, harusnya Polisi memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap Polisi yang melakukan salah tangkap.
Saya sangat bosan sekali ketika ketika terbongkar kasus salah tangkap seperti ini, kemudian pihak kepolisian dengan mudah dan seolah dengan wajah tanpa dosa hanya mengucap kata MAAF?
Cukupkah itu?
Untuk pihak kepolisian, cobalah dengarkan setiap ada kritik dan saran dari masyarakat. Bukankah ketika terjadi peristiwa korban salah tangkap kita sebagai masyarakat selalu mengingatkan supaya Polisi jangan sembarangan dalam melakukan penangkapan.
Tapi aneh dan lucunya, berulang dan berkali-kali juga masyarakat mengingatkan, tetap saja kasus demi kasus salah tangkap terus berulang.
Sebenarnya butuh berapa kali kasus salah tangkap lagi supaya pihak kepolisian jangan sampai melakukan kesalahan lagi salah tangkap?
Lagi-lagi saya hanya ingin mengingatkan dan menyampaikan kritik dan saran supaya jangan sampai adalagi masyarakat yang jadi korban salah tangkap dari Polisi.
Ingatlah bahwa kalian sebagai Polisi dibayar dari keringat pajak kami, jadi wajar saja jika kami menuntut supaya anda bekerja untuk jauh lebih baik lagi dan justru jangan membuat “teror” dengan melakukan salah tangkap kepada masyarakat.
Karena menurut saya, selain ancaman teror dari para pelaku teroris, Kinerja anda sebagai Polisi yang melakukan kesalahan salah tangkap ini bagi saya sebagai masyarakat biasa kami anggap juga sebagai Teror yang menyeramkan dan menakutkan.
Masyarakat berharap kinerja polisi jauh lebih baik lagi. Jangan sampai kinerja anda yang seharusnya menciptakan ketenangan dan menghilangkan teror diantara masyarakat, tapi justru melakukan teror dan ketakutan dengan melakukan salah tangkap terhadap masyarakat yang tak bersalah.
Ilustrasi gambar | detikNews.com

0 komentar:

Posting Komentar