Minggu, 12 Januari 2014

Penahanan Bupati Rembang Terkait Kasus Korupsi Akan Ditentukan Senin

Semarang - Bupati Rembang, M Salim, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kasus dugaan korupsi dana APBD tahun 2006 - 2007 sebesar Rp 4,12 miliar akan ditahan jika hari Senin (13/1/2014) besok pihak Polda Jateng tidak menerima balasan dari Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg) terkait permohonan penahanan terhadap Salim.

Surat permohonan penahanan yang dilayangkan kepolisian sudah diterima pihak Presiden pada 13 Desember lalu. Menurut Keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 36 ayat (3) Undang – Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, jika tidak ada balasan dari Setneg dalam waktu 30 hari, maka bisa dilakukan penahanan tanpa persetujuan.

"Sampai sekarang belum, jawabannya belum. Kita tunggu sampai besok," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djoko Poerbo saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (12/1/2013).

Meski demikian, penahanan tetap akan mengikuti prosedur yang ada. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Mabes Polri. "Kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menentukan langkah berikutnya,"ujarnya.

Terkait penahanan tersebut, penasihat hukum Salim, Eddy Haryanto, mengatakan pihaknya akan menghormati langkah kepolisian. Lagipula menurut Eddy, kliennya sudah kooperatif.

"Kami hormati keputusan penyidik. Klien kami selama ini sudah kooperatif," katanya.

Salim ditetapkan menjadi tersangka sejak 16 Juni lalu, ia diduga terlibat penyimpangan penyertaan modal PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan register Nomor 1/S/VII - XIV/02/2013 kerugian negara mencapai Rp 4,12 miliar.

Terkait apakah Salim juga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sambung Djoko, pihaknya  belum bisa memastikan karena masih belum ditemukan aliran dana yang mengarah ke TPPU.

"Kami belum menemuan aliran lanjutannya, kalau menemukan ya ditetapkan TPPU," tegas Djoko. 
suber info detik.com

0 komentar:

Posting Komentar