Senin, 13 Januari 2014

Presiden SBY akan Kunjungi Pengungsi Gunung Sinabung Pekan ( medan )

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengunjungi daerah bencana Gunung Sinabung di Medan, Sumatera Utara, minggu depan. Hal itu diutarakan oleh Presiden SBY lewat akun resmi twitternya. 

Kunjungan akan dilakukan ke daerah Kabanjahe untuk memantau penanganan bencana dan pengungsi. Kabanjahe merupakan daerah titik pengungsian bagi warga yang terdampak bencana erupsi Gunung Sinabung.

"Minggu depan, Insya Allah saya akan berkunjung kembali ke Kabanjahe, untuk pastikan penanganan Sinabung dan pengungsi berjalan baik. *SBY*," tutur SBY lewat akun @SBYudhoyono, Senin (13/1/2014).

SBY mengatakan, kunjungannya ke Kabanjahte dilakukan untuk memonitor penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. 

"Meskipun baik pusat dan daerah terus menangani permasalahan ini, saya memutuskan untuk meningkatkan pengendalian & bantuan pusat. *SBY*," ucapnya.

Dalam akunnya SBY juga menjelaskan jumlah pengungsi di Gunung Sinabung mencapai 25 ribu jiwa. Dia mengatakan ancaman letusan masih terus terjadi di daerah tersebut.

"Ancaman letusan Gunung Sinabung hingga hari ini masih ada dan 25 ribu saudara kita masih berada di tempat-tempat penampungan. *SBY*," terangnya.



Abu Letusan Gunung Sinabung Kembali Sampai Medan


Medan - Abu vulkanik yang bersumber dari letusan Gunung Sinabung kembali mencapai Medan, Sumatera Utara (Sumut). Seluruh kawasan kota tampak tertutup debu.

Gunawan Wibisono (31), salah seorang warga Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Medan Selayang menyatakan, abu vulkanik terlihat sejak pagi. Pekarangan dan tanaman terlihat memutih.

"Ternyata abu vulkanik. Hampir semua rumah terkena di sini," kata Gunawan kepada wartawan, Sabtu (11/1/2014).

Kondisi serupa disampaikan Ben Situmorang (30), warga Jalan Jermal XIV, Medan Denai. Dia terkaget-kaget ketika melihat mobil dan motor yang diparkir di garasi terlihat berabu.

Abu vulkanik yang melanda Medan ini merupakan kedua kali. Kejadian pertama terjadi pada akhir November 2013 lalu.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, mulai meletus sejak September 2013. Statusnya ditetapkan 'awas' seiring dengan semakin intensnya letusan.


 Puluhan Bangunan Rusak Terkena Abu Vulkanik Sinabung


Medan - Puluhan rumah dan bangunan di sekitar Gunung Sinabung mengalami kerusakan akibat terkena abu vulkanik. Abu itu sudah berubah menjadi lumpur karena terkena hujan saat jatuh menimpa atap.

Bangunan yang paling banyak mengalami kerusakan berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Antara lain Desa Kuta Gugung, Kuta Rayat, Sigarang-garang, Sukanalu, dan beberapa desa lain.

"Tadi pagi sekitar jam empat kejadiannya. Atap rumah banyak rusak karena abu letusan terkena hujan di atas, jadi turunnya menjadi lumpur," kata Simon Sitepu, warga Desa Kuta Gugung, Sabtu (11/1/2014).

Di Kuta Gugung saja, lumpur vulkanik itu menyebabkan ambruknya atap 20 rumah, 2 gereja dan satu masjid. Sementara di Desa Kuta Rayat, 18 rumah rusak di bagian atap, demikian juga Jambur atau balai adat. Di Desa Sigarang-garang, bangunan sekolah rusak berat.

Hujan lumpur itu menimbun jalanan desa dan mengganggu jalur transportasi. Ketebalannya mencapai 20 sentimeter, sehingga kendaraan sulit melintas.

Depan Menko Kesra: Pemerintah Selalu Siap Antisipasi Bencana Gunung Sinabung

Jakarta - Menko Kesra Agung Laksono menyampaikan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap bencana erupsi Gunung Sinabung. Agung mengatakan sampai saat ini bencana Gunung Sinabung belum digolongkan menjadi bencana nasional.

"Pemerintah memberikan atensi besar pada Sinabung yang pengungsi jumlahnya sekitar 25 ribu," kata Agung di PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, (9/1/2014).

Agung mengatakan pemerintah selalu siap mengantisipasi apapun yang terjadi di Sinabung. Dia juga menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengkordinir semua bantuan ke pengungsi Sinabung.

"Andai kata perlu sampai 100 ribu peengungsi, pemerintah siap. Tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Jubir Presiden Julian Pasha mengatakan, pihak Istana selalu memantau perkembangan Gunung Sinabung. Presiden, dikatakan Julian, sudah meminta jajaran terkait untuk siaga.

"Presiden meminta untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terutama untuk menyelamatkan mereka yang terdampak atau menjadi korban," jelas Julian di Kantor Presiden.

0 komentar:

Posting Komentar